Belajar, membangun, sampai ke pasar global — bersama AI.
RWID/OS adalah sistem operasi untuk pelajar dan anak muda Indonesia. Nyalakan laptop, dan semua alat untuk belajar dan berkarya sudah ada: dari aplikasi web sampai aplikasi Android — bahkan tanpa internet.
Visinya benar. Laptop saja tidak cukup.
Pemerintah mengadakan laptop Chromebook untuk sekolah senilai sekitar Rp9,3 triliun. Pengadaan itu berujung di pengadilan: penyidikan Kejaksaan Agung dimulai Mei 2025, vonis 10 tahun dijatuhkan Pengadilan Tipikor pada 30 Juni 2026, dan pada 24 September 2026 Pengadilan Tinggi DKI menguranginya menjadi 9 tahun dengan uang pengganti sekitar Rp548,76 miliar.
Terlepas dari aspek hukumnya, visi di baliknya tetap benar: setiap siswa Indonesia berhak atas perangkat dan kecakapan digital. Pelajarannya ada pada cara: perangkat yang bergantung pada internet, tanpa isi dan tanpa pendamping, tidak mengubah apa pun di kelas. RWID/OS melanjutkan visi itu — dengan cara yang berbeda.
Karena itu, RWID/OS dibangun berbeda
- Offline lebih dulu. Toolchain, cache, dan materi sudah ada di disk. Internet adalah bonus, bukan syarat.
- Menghidupkan laptop lama. Edisi standar dirancang untuk perangkat 4 GB RAM dan penyimpanan 32 GB.
- Ada pendamping. Mentor AI dan guru — AI menuntun, bukan mengerjakan untuk siswa.
- Terbuka. Dibangun di depan publik: roadmap, kemajuan harian, dan pengujian bisa dilihat siapa saja.
Generasi muda kita siap — lapangan kerjanya yang belum.
- 52.9jutasiswa SD–SMA/SMK (2024/2025)
- 7.24jutapenganggur (Feb 2026)
- 16.16%pengangguran usia 15–24 (Feb 2025)
- 9jutatalenta digital dibutuhkan pada 2030
Lulusan SMK, SMA, dan universitas paling sulit terserap — justru yang paling siap belajar keterampilan digital.
Satu dari enam anak muda di angkatan kerja belum bekerja — lebih dari 5× kelompok usia 25–59.
Pekerjaannya ada — di dalam dan luar negeri. Yang kurang adalah talenta yang siap. Di situlah RWID/OS bekerja.
Lihat data dan sumber
| Indikator | Nilai | Periode |
|---|---|---|
| TPT nasional | 5.23% | Agustus 2019 |
| TPT nasional | 7.07% | Agustus 2020 |
| TPT nasional | 6.49% | Agustus 2021 |
| TPT nasional | 5.86% | Agustus 2022 |
| TPT nasional | 5.32% | Agustus 2023 |
| TPT nasional | 4.91% | Agustus 2024 |
| TPT nasional | 4.85% | Agustus 2025 |
| TPT SD ke bawah | 2.30% | Agustus 2025 |
| TPT SMP | 3.80% | Agustus 2025 |
| TPT SMA | 6.88% | Agustus 2025 |
| TPT SMK | 8.63% | Agustus 2025 |
| TPT Diploma I–III | 4.31% | Agustus 2025 |
| TPT Universitas (D4/S1–S3) | 5.39% | Agustus 2025 |
| TPT usia 15–24 tahun | 16.16% | Februari 2025 |
| TPT usia 25–59 tahun | 3.04% | Februari 2025 |
| TPT usia 60+ tahun | 1.67% | Februari 2025 |
| Penganggur | 7,24 juta (dari 154,91 juta angkatan kerja) | Februari 2026 |
| Peserta didik SD–SMA/SMK | 52,9 juta | 2024/2025 |
| Kebutuhan talenta digital | 9 juta (± 25% terpenuhi) | target 2030 |
Sumber: BPS — TPT menurut pendidikan · BPS — Sakernas Februari 2026 · Kompas.id — pengangguran usia muda · Wamenkomdigi — talenta digital · BPS — jumlah peserta didik
Dan peluangnya nyata — dan terus tumbuh.
- 100miliar US$ekonomi digital Indonesia 2025, tumbuh 14%
- 4miliar US$dibelanjakan klien untuk freelancer di Upwork (2025)
- 190ribupekerjaan dari ekosistem kreator YouTube Indonesia
- 200ribupekerjaan dari ekosistem aplikasi Android Indonesia
Permintaan untuk keterampilan AI lebih dari dua kali lipat — dan semuanya bisa dipelajari dan dikerjakan dari laptop RWID/OS.
Lihat data dan sumber
| Indikator | Nilai | Periode |
|---|---|---|
| GMV ekonomi digital Indonesia | ± US$100 miliar (+14%); e-commerce US$71 miliar | 2025 |
| Belanja klien di Upwork (GSV) | > US$4 miliar; 785 ribu klien aktif | 2025 |
| Permintaan: Video AI (generasi & editing) | +329% | 2025 → 2026 |
| Permintaan: Integrasi AI ke aplikasi | +178% | 2025 → 2026 |
| Permintaan: Anotasi & pelabelan data AI | +154% | 2025 → 2026 |
| Permintaan: Manajemen e-commerce | +130% | 2025 → 2026 |
| Permintaan: Gambar AI (generasi & editing) | +95% | 2025 → 2026 |
| Permintaan: Chatbot AI | +71% | 2025 → 2026 |
| Permintaan: Desain logo | +44% | 2025 → 2026 |
| Permintaan: Strategi media sosial | +36% | 2025 → 2026 |
| Ekosistem kreator YouTube Indonesia | Rp8,4 triliun PDB; 190.000+ pekerjaan setara penuh waktu | 2025 |
| Pendapatan developer Indonesia di Google Play | Rp2,14 triliun | 2023 |
| Pekerjaan dari ekosistem aplikasi Android/Play | 200.000+ (54.000 developer) | 2024 |
Sumber: e-Conomy SEA 2025 (Google, Temasek, Bain) · Upwork — hasil 2025 · Upwork — In-Demand Skills 2026 · Oxford Economics via detikInet — YouTube Indonesia · Access Partnership — ekonomi aplikasi Indonesia · Public First — Google Play Indonesia
Dari siswa SD sampai pekerja remote — di setiap desa.
Kami punya ide: bagaimana jika di setiap desa ada hub belajar remote work — tempat siswa SD sampai lulusan SMA dan kuliah belajar bersama, didampingi, membangun portofolio, lalu bekerja untuk klien di seluruh dunia, dengan RWID/OS yang tetap berjalan walau koneksi terbatas? Perangkat saja tidak cukup; anak-anak juga butuh tempat.
Bagaimana jika tempatnya adalah gerai Koperasi Desa Merah Putih? Lewat Inpres No. 17 Tahun 2025, PT Agrinas Pangan Nusantara ditugaskan membangun gerai dan fasilitasnya: per 8 Juni 2026 sebanyak 12.232 gerai rampung, dengan target 80.000 desa pada 2029. Ini masih gagasan kami, belum sebuah kerja sama — tapi bayangkan: satu lab RWID/OS di setiap desa.
Dari bangku sekolah sampai pasar global.
- SD Rasa ingin tahu: bermain, menggambar, bertanya pada mentor AI.
- SMP Logika dan kebiasaan membuat: game kecil, web pertama.
- SMA Proyek nyata: aplikasi web dan mobile untuk sekolah dan lingkungan.
- Kuliah Portofolio yang berbicara: produk yang dipakai orang.
- Remote work Pasar global: freelance, remote work, startup.
Jalan ini sudah pernah ditempuh.
Pendiri RWID memulai dari SMU Negeri 3 Denpasar, belajar ilmu komputer di UGM, mengajar sejak 2002, dan kini bekerja remote untuk klien global: $50K+ di Upwork, 29 pekerjaan, lebih dari 3.200 jam. RWID/OS adalah jalan itu, dipadatkan menjadi satu sistem untuk siswa Indonesia.
Lihat profil Upwork ↗
Black Box Programming.
Siswa tidak harus menghafal sintaks dulu untuk mulai membuat. Mereka belajar menulis niat yang jelas, lalu memverifikasi hasilnya: apakah benar, aman, dan berguna. AI menjadi mentor yang menuntun dan menjelaskan — bukan joki yang mengerjakan.
Dari buku Black Box Programming — The Profound Simplicity of LXS in the Age of AI.
Sudah membangun hal nyata di RWID/OS.
- 19perkakas siap pakai: eco, Rust, Node, Go, Python, Flutter, Android, PostgreSQL, MongoDB …
- 0unduhan yang diperlukan untuk mulai membangun
- 247 dtkbuild APK release dari nol, tanpa internet
Satu dasar, Kit sesuai tujuan.
RWID/OS Standar
Web, backend, AI, data — semua yang dibutuhkan untuk mulai berkarya.
- RAM 4 GB atau lebih
- Penyimpanan 32 GB atau lebih
- Intel/AMD 64-bit
+ Kit Mobile
Flutter, Android SDK, dan emulator untuk membuat aplikasi mobile — sudah ada di ISO 0.1. Ke depan, Kit seperti ini bisa dipasang dan dilepas dari Pengaturan.
- RAM 8 GB atau lebih
- Penyimpanan 64 GB atau lebih
- Virtualisasi CPU aktif untuk emulator
Chromebook sekolah berbasis Intel/AMD dapat dipasang setelah firmware-nya diganti; model ARM belum didukung.
Roadmap, dibangun di depan publik.
- Okt 2026 v0.1 “Bismillah”selesai
Proof of concept: ISO pertama terpasang dan teruji penuh di mesin virtual — image atomik, compositor buatan sendiri, toolchain lengkap tanpa internet. - Okt 2026 v0.2 “Subhanallah”berikutnya
RWID Shell — RWID/OS yang siap dipakai kerja sehari-hari: semua fitur remoteworker.id versi web hadir persis sama, berjalan native di RWID/OS. - Nanti v0.3 “Alhamdulillah”
Masih dirumuskan. - Nanti v0.4 “Laa ilaaha illallah”
Masih dirumuskan. - Nanti v0.5 “Allahu akbar”
Masih dirumuskan.
Kemajuan terbaru
- Memuat kemajuan terbaru…
RWID/OS masih dalam pengembangan.
Versi 0.1 “Bismillah” adalah proof of concept: ISO-nya terpasang dan teruji penuh di mesin virtual — installer berbahasa Indonesia, layar boot, sesi compositor sendiri, dan toolchain yang bekerja tanpa internet. Belum ada unduhan publik. Ikuti kemajuannya setiap hari di halaman ini.
Teknologi RWID/OS.
Fondasi atomik
Fedora Atomic (bootc): sistem dasar read-only, update utuh, dan bisa kembali ke versi sebelumnya.
Compositor sendiri
Compositor Wayland buatan RWID dalam Rust (Smithay) — layar RWID/OS digambar oleh kode kami sendiri, juga di laptop tanpa akselerasi GPU.
Shell ecOS
Tampilan yang sama dengan remoteworker.id: dock, jendela, App Store, tema — di atas ecOS.
eco + toolchain offline
eco untuk membangun dan menjalankan aplikasi, plus Rust, Node, Go, Python, .NET, Flutter, Android, dan database — sudah terpasang.